BUMDES Mangkrak, Gunakan ADD Kades Se-Musi Rawas Berangkat Ke Bandung

 

MUSIRAWAS – Ratusan Kepala Desa (Kades) se – Kabupaten Musi Rawas berangkat ke Kota Bandung, Jawa Barat, dalam rangka Bimbingan Teknis. Keberangkatan tersebut disebabkan banyak nya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Musi Rawas mangkrak. Senin (18/10/2021).

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Musi Rawas, Dodi Johan saat di konfirmasi wartawan Liputanmusi.com

“dikarenakan saat ini banyak kades baru dilantik dan banyak bumdes selama ini mangkrak, nah dengan Ado nyo pelatihan ini bisa memberikan ilmu dan wawasan kepala desa didalam pengelolaan keuangan desa serta mengembangkan bumdes – bumdes yang ada dimura.” Kata Dodi, Kepala Desa Mandi Aur.

Terkait anggaran yang digunakan, Dody menjelaskan keberangkatan para Kades ke Bandung dalam rangka Bimtek tersebut, menggunakan anggaran yang bersumber dari Apbdes yang harus di belanjakan.

Sementara, terkait adanya informasi pungutan sebesar 11 juta per Kades yang di kumpulkan untuk biaya Event Organizer (EO), di bantah oleh Dodi.

“Bukan di pungut, tapi sudah di anggarkan di APBDes dan harus mengikuti dan di belanjakan melalui Bimtek. Data dan Teknis nya coba tanya ke PMD.” Jelas Dodi.

Disisi lain, berdasarkan sumber pemberitaan di media online Silamparipers.com. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Musi Rawas, Ahmadi Zulkarnain membenarkan adanya pemberangkatan Kepala Desa ke Kota Bandung dalam rangka Bimtek.

Dijelaskan nya, pemberangkatan tersebut terbagi menjadi Dua gelombang. Pada gelombang pertama ada 7 kecamatan yang diberangkatkan terlebih dahulu, diantaranya, kecamatan Terawas, Selangit, Megang Sakti, Tuah Negeri, Sumber Harta, Muara Beliti dan TPK.

Disaat dipertanyakan jumlah anggaran yang dipergunakan untuk biaya pemberangkatan. Dirinya hanya mengetahui bahwa anggaran tersebut, hasil dari musyawarah para Kades.

“Kalau keberangkatan dan penggunaan anggaran menggunakan anggaran apa saya mengetahui tapi kalau untuk nilai besaran berapa per desa memakai EO saya tidàk tahu karena itu melalu musyawarah mereka sendiri,”tegasnya didalam pemberitaan Silamparipers.com.

Putra Sihombing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *